Minggu, 17 Februari 2013

Konsep Design & Siapa Itu Design Grafis


Desain ada di mana-mana. Kita melihatnya dipapan reklame saat berkendara dijalan. Ketika kita pergi ke sebuah restoran dan melihat menu. Ketika kita duduk disofa dan kita menonton televisi, ini terlihat pada iklan, dan bahkan film dan acara TV.

Desain itu ada di sekitar kita, merangsang dan memotivasi banyak keputusan kita secara tidak sadar setiap hari. Pada ensiklopedia mengartikan desain grafis sebagai,

"Proses komunikasi visual yang menggunakan teks dan gambar untuk menyajikan informasi. Praktek desain grafis mencakup berbagai keterampilan kognitif, estetika dan kerajinan, termasuk tipografi, seni visual dan tata letak halaman. Seperti bentuk-bentuk lain desain, desain grafis sering diartikan proses (mendesain) oleh komunikasi yang diciptakan dan produk (desain) yang dihasilkan. "

Apakah desain itu?
Apakah desain itu? Desain itu lebih jauh dari merakit, meng-order, atau meng-edit. Desain adalah untuk menambah nilai dan makna terhadap sesuatu, apakah itu menjadi menu atau sampul majalah?. Desain itu menyederhanakan, menekankan, mempengaruhi, dan bahkan mempunyai dampak. Desain adalah kata kerja dan kata benda. Desain adalah bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua yang kita lakukan dipengaruhi oleh desain. Maksud saya adalah, Ketika kebanyakan orang pergi ke supermarket untuk membeli pasta gigi, mereka biasanya membeli produk yang paling eye-catching dan desain menarik. Kenapa? Itu karena desain produknya menginspirasi dan memotivasi mereka untuk membeli item. Inilah sebabnya mengapa desain adalah suatu bagian penting dari iklan.

Siapa itu desainer grafis?

Setelah kita tahu tentang definisi dasar desain, saya ingin bicara tentang desainer grafis sekarang. Seorang desainer grafis pada dasarnya adalah seorang komunikator. Sama seperti seorang pembicara yang memotivasi dan mengkomunikasikan pesan-nya kepada para pendengarnya, pekerjaan dari desainer grafis juga untuk berkomunikasi dan mengirim pesan kepada pembeli atau kepada audience.

Seorang desainer grafis tidak hanya seorang komunikator, tetapi ia juga seorang penerjemah. Dia menerjemahkan gagasan ke dalam gambar yang memungkinkan orang untuk melihat dan memahami isi pesan. Sebagai contoh, jika sebuah majalah itu hanya semua teks, tidak akan menarik dan pesan yang disampaikannya tidak akan benar-benar sampai ke pembaca.


Which one will a Child choose ?

Kenangan Abadi Ratapan Kisah Sejati.


Ku Ratapi Kehampaan ini.
Ku Renungi Kekosonganku ini.
Ku Kecewa dengan Keadaanku yang seperti ini.

Apakah kau yang di sana Telah benar-benar Lupakan aku yang pernah Hiasi Hidupmu, hatimu, hari-harimu, dan Setiap Detik Waktumu.

Ingatkah dirimu Saat-saat Indah yang Perna kita Lewati bersama ?

Hampaku kali ini, dimana Ku Harus Sandarkan semua Keluh Piluhku ini.
Butuh Waktu untuk Hapuskan Semua Beban ini, mungkin juga tidak karna Kamu tak Tergantikan di sisi hati ini.
Setiap kepingan Kehancuran Hati ini masi ada dirimu, yang Sulit untuk ku Sirnakan dari Bayang Hidupku kini.

Kini ku benar-benar merasa sendiri tersisih di ujung Kekosongan Hatiku ini.

Iklaskah aku untuk bisa Relakan Kenangan ini ?
Tapi ku Kan terus Mencoba untuk tetap Tegar Jalani Masa-masaku ini.
Meski Tanpa dirimu Lagi.

Satuhal yg sangat ingin Ku katakan dan Ku ingin Kau Mengerti,

" SesalKu akan Selalu Menyertai Setiap Hembus nafasku ini Sampai Tak ada Kesempatanku untuk bernafas lagi "

Patah Arah




Aku di ambang Kebimbangan!
Perlu Lampu terang untuk Menunjukan jalan,
Perlu Gapaian Tangan untuk Menuntunku ke tepian jalan,
Perlu Seseorang yang mau ikut bersamaku Menyusuri jalan,
Jalan yang Terang dan Tanpa ada rasa KEBIMBANGAN!!

Unik, Tempe Dari Daun Singkong

Daun singkong bahan baku tempe? Betul, bahkan citarasanya amboi lezatnya.
Tempe daun singkong berkualitas baik bertekstur lembut dengan aroma khas dan bagian dalam berwarna hijau gelap. Keruan saja kita dapat mengolahnya menjadi beragam penganan dengan menggoreng, menumis, atau menggulai. Bukan hanya lezat, tempe daun singkong juga kaya gizi.



Hasil pengujian di Balai Riset dan Standarisasi Padang, Provinsi Sumatera Barat dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Andalas menunjukkan kandungan protein total tempe daun singkong 20 - 30%. Bandingkan dengan protein susu yang mencapai 25% atau kedelai 35-43%. Selain itu menurut Badan Pangan dan Pertanian (FAO) daun singkong kaya vitamin A dan vitamin C.

Tak sengaja


Daun singkong mengandung 11.000 IU vitamin A dan 275 mg vitamin C dalam 100 gram. Buah yang identik dengan vitamin C, yakni jeruk hanya mengandung 50 mg, sedangkan 1 gelas jus apel memiliki 20 IU vitamin A. Kedua kandungan nutrisi itu berfaedah bagi kesehatan mata dan kekebalan tubuh, terutama pada anak-anak. Artinya tempe daun singkong menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan kedua vitamin esensial itu.

Sebagian masyarakat Padang, Sumatera Barat, juga menerima kehadiran tempe pendatang baru itu. Harap mafhum, citarasanya memang lezat. Padahal, ketika pertama kali tempe daun singkong hadir, banyak yang menolak untuk mencicipinya. Boleh jadi karena penampilan tempe daun singkong yang kehijauan itu berbeda jauh dengan tempe yang mereka kenal. Namun, lama-kelamaan mereka justru menggemari penganan unik itu.

Tempe daun singkong memang bukan satu-satunya tempe nonkedelai. Di tanahair banyak terdapat tempe berbahan dasar nonkedelai - meski termasuk kelompok legum seperti tempe koro benguk (bahan biji karabenguk Mucuna pruriens), tempe gude Cajanus cajan, dan tempe koropedang Canavalia ensiformis. Selain itu terdapat pula tempe berbahan baku nonlegum seperti tempe mungur berbahan baku biji mungur Enterolobium saman, tempe bongkrek (bungkil kapuk Ceiba pentandra), dan tempe karet (biji karet Hevea brasiliensis).

Alasannya jika cendawan Monelia sp mampu tumbuh di daun singkong, ragi tempe Rhizopus oligosporus mungkin dapat juga berkembang di media serupa. Mula-mula daun singkong muda - seperti untuk sayuran - direbus agar lunak, kering angin, dan segera ditaburi ragi tempe saat dingin, dan dibungkus. Prosesnya sama persis dengan membuat tempe dari kedelai Glycine max. Namun, tiga hari kemudian ragi gagal tumbuh dan berkembang karena kadar air yang tidak pas.

Rahasia rutin

Setelah beberapa kali gagal, akhirnya pada 2006 tempe daun singkong pertama pun berhasil dibuat. Proses fermentasi berlangsung 2 - 3 hari, sama dengan pembuatan tempe berbahan baku kedelai. Tempe daun singkong jelas menarik karena menggunakan bahan baku yang bergizi, murah, dan mudah ditemui.

Karena bergizi, tempe daun singkong berfaedah sebagai bahan pangan untuk peningkatan gizi masyarakat. itu karena tempe mengandung protein tinggi dan mudah dicerna. Selain itu bahan baku melimpah, berbeda dengan kedelai yang selama ini mesti kita impor. Potensi daun singkong di Indonesia cukup besar karena penghasil singkong nomor tiga di planet Bumi setelah Nigeria dan Brasil.

Produksi singkong Indonesia pada 2010 mencapai 22-juta ton dari lahan 1,6-juta ha. Dari perkebunan singkong Manihot esculenta terdapat 2 - 3 ton daun segar per ha. Artinya potensi daun singkong di Indonesia mencapai 3.200.000 - 4.800.000 ton daun segar per tahun. Itulah sebabnya peluang daun singkong sebagai bahan tempe sangat besar.

Pengolahan ampas daun singkong menjadi tempe sebetulnya merupakan hasil samping ekstraksi senyawa bioflavonoid bernama rutin. Rutin suatu senyawa glikosida yang mengandung aglikon kuersetin dan gula rutinosa. Senyawa itu disebut juga vitamin P yang berfungsi untuk menjaga permeabilitas pembuluh darah.

Rutin juga merupakan bahan industri obat, zat pengatur tumbuh, dan kosmetik. Untuk memperoleh senyawa itu dengan cara mengendapkan air perasan daun singkong, Prosesnya relatif mudah, semudah membuat tempe daun singkong yang bergizi dan lezat itu. Tempe daun singkong terdaftar di Ditjen HKI pada 2007 dengan nomor paten P00200700553.

(Prof Dr Amri Bakhtiar guru besar Fakultas Farmasi Universitas Andalas)

Sumber : ( Jelajahunik.us )